Barangkali, Anda masih beranggapan kalau rumah ideal identik dengan rumah mewah berukuran besar. Akan tetapi, sudah banyak desain rumah sederhana yang membuktikan bahwa rumah impian tidak perlu selamanya berukuran luas dan besar.

Apalagi ketika Anda mempertimbangkan faktor biaya. Sebab, bisa disimpulkan bahwa rumah yang lebih besar jelas memerlukan biaya yang lebih banyak juga. Dan bagi Anda yang memiliki anggaran terbatas untuk membangun sebuah rumah baru, maka desain rumah sederhana adalah alternatif yang sangat layak untuk dipertimbangkan.

Siapa bilang rumah yang ukurannya terbatas tidak bisa terasa nyaman untuk ditinggali? Justru dengan jumlah ruang yang relatif terbatas, Anda bisa manfaatkan “kekurangan” ini untuk memaksimal unsur kenyamanan tanpa harus membuang biaya untuk ruang ekstra yang mungkin bahkan tidak akan dipergunakan oleh penghuni. Nah, bagi Anda yang sudah semakin mantab untuk beralih ke desain rumah yang lebih sederhana dan jelas lebih terjangkau, maka berbagai tips ini tentu jangan sampai terlewatkan. Selamat membaca!

Keep the Home Small, but Functional!

Ukuran ruang yang lebih besar bisa sekadar jadi “pemborosan”, terlebih jika ruang ekstra tersebut tidak pernah dimanfaatkan. Yang penting adalah memanfaatkan ruang yang ada agar tetap fungsional. Ada berbagai faktor yang menentukan fungsionalitas ruang yang ada, seperti jumlah penghuni rumah. Idealnya, sebuah keluarga tidak akan menggunakan tempat yang luasnya mencapai 200 meter persegi, kecuali jika penghuni rumah Anda memang di atas 5 orang.

Hindari Elemen Desain yang Rumit

Ada berbagai alasan mengapa gaya minimalis makin populer di era modern, seperti penggunaan bentuk kotak atau kubus di dalam desain hunian masa kini. Dan salah satunya adalah begitu mudahnya elemen desain yang satu ini untuk melebur ke dalam gaya desain yang sederhana, yang juga diikuti dengan biaya desain dan pembangunan rumah yang lebih minimalis.

Salah satu pendekatan populer dalam gaya desain minimalis adalah minimnya ornamen dan dekorasi, atau bahkan tidak adanya unsur ornamen maupun dekorasi sama sekali! Sekali lagi, hal ini tentu akan membantu Anda dalam menghemat biaya rumah. Selain itu, sentuhan yang “bersih” seperti ini juga mempermudah dalam proses desain karena Anda bisa mengesampingkan unsur dekorasi.

Desain Lantai Terbuka (Open Floor)

Sentuhan ini sangat direkomendasikan bagi Anda yang memang ingin menerapkan desain rumah sederhana, minimalis, dan modern. Sebab, desain lantai terbuka seperti ini berarti meminimalkan adanya sekat permanen, yaitu dinding. Dengan demikian, biaya jelas bisa ditekan seminimal mungkin. Selain itu, desain open floor juga sangat ampuh untuk membuat ruang yang relatif lebih kecil menjadi nampak lebih lapang secara visual. Dan dengan absennya dinding, alur pergerakan di dalam ruangan serta pengaturan furnitur juga menjadi lebih mudah, bahkan jika ruang yang dimiliki memang berukuran terbatas.

Strategi Belanja Material yang Tepat

Hanya karena Anda memilih berhemat dengan desain rumah sederhana, ingatlah bahwa berhemat bukan berarti mengorbankan kualitas. Pertimbangkan kualitas untuk elemen-elemen yang memang penting. Misalnya, ruangan seperti dapur dan kamar mandi memang akan memerlukan biaya yang lebih tinggi mengingat kompleksitas desainnya yang juga mencakup unsur-unsur yang tidak bisa dilihat langsung. Misalnya alur saluran pembuangan, pipa air, dan sebagainya.

Jadi, alokasikan biaya yang Anda miliki secara rasional. Jangan paksakan diri Anda untuk menganggarkan lebih untuk desain ruang tamu hanya demi membuatnya terlihat mewah dan berlebihan, lantas mengorbankan elemen-elemen krusial dalam desain dapur seperti yang sudah disebutkan sebelumnya.

Sekali lagi, ketika Anda memilih desain rumah sederhana yang minimalis dan modern, tampilan yang sederhana tidaklah selamanya terlihat biasa saja dan tidak bergaya. Justru, dalam desain minimalis, Anda harus fokus pada fungsionalitas dan mengeliminasi elemen-elemen yang sebenarnya tidak dianggap perlu.